Monday, January 26, 2009

You smoke you go to hell.....


Today, January 26th 2009 MUI has just announced fatwa about smoke prohibition. New task for the angel to record new type of sin. I don't want to argue about does smoke really proscribed (haram) or not. I will focus on how really MUI make their decisions. Is it true that their decision based on Islam perspective. Why smoke proscribed don't applied for everyone and every conditions? I don't going to answer that question instead I will give some fact. First, Indonesia is the forth largest population in the world with 222 million and about 80% of them is Muslim. Indonesia also the largest muslim population in the world. Second, cukai revenue from cigarette industry in 2008 is Rp74 trillion approximately. Remember that government levy high cukai to cigarette not because they care about their peoples health but because smokers are addicted or we can say "not very sensitive to price. This industry also absorb about 6.1 million worker in 2007. Tobacco industry also in 10th position biggest industry according to Susenas 2007.Third, Indonesia will held general election in 2009.

Based on all fact that I mention above, we can get some direction. Microeconomic basic theory said that in short run non-durable goods price and income elasticities is lower than long run. Because people need time to change their behavior. But how if there is some change in what goods is not-allowed to consume by your religion. In my opinion, MUI's fatwa will affect muslims consumption behavior really fast. Not only fast but also massive, 80% of smokers would stop to smoke suddenly. Moreover 6.1 million worker is in danger. So in the end cukai revenue will drop and unemployment will rise suddenly. That will be very bad condition for this country and also for government performance. They will lost their supporter and it can thretening victory changes in 2009 general elections. So what government can do. Can they intervence MUI's fatwa. Smoking is proscribed to muslims but in some note. I think that will be fair enough for both of them.

6 comments:

kigendengwaras said...

Kayaknya brlebihan deh...he2, Walau emang 80% penduduk muslim, tapi fatwa haram cuman berlaku buat ibu hamil dan anak2..itupun boleh dibilang sebagian besar dari perokok adalh pria dewasa,

Mungkin yg lebih penting dilihat bagaimana efektifitas efek psikologis "merokok = dosa" ini berlangsung...

Gw sendiri ga yakin om, behavior org Indonesia akn berubah cepat...
Walaupun sisi "agama ofisial" (diwakili MUI) punya kekuatan, tapi mnrt gw kelompok2 eksklusif religi sprt NU, Muhamadiyah, FPI lebih men"shifting" permintaan alias lbh kuat pengaruhnya sama perilaku umat.. (cth ktanya NU ga setuju..)

archienomics said...

Nah justru itu masalahnya kenapa cuma buat ibu2 hamil sama anak2. Dosa macam apa itu. Jadi gw menduga ada sesuatu dibalik keputusan MUI. Gw curiga ada kepentingan pemerintah disitu. Ada intervensi dari pemerintah terhadap MUI. Jadi disini gw gak mengambil posisi setuju atau tidak setuju.

kigendengwaras said...

Emang keputusan ni bagi gw keputusan "banci"...
- ibu2 hamil juga tau kalo ngrokok g baik buat janinnya
- anak2 juga bakal dilrang ngrokok even yang ortunya jg ngrokok!

jadi terms and condition haram nya sendiri udh aneh dan kesannya dipaksakan atau dipaksa

bisa jadi awlnya MUI bikin peraturan itu dengan "idealisme" kitab suci..tapi "dijewer" sama pemerintah..hehehe

tapi bentuk kongkalikong lain di balik putusan ini gw g bisa komen..ntah ada konspirasi apa..

ngomong2 pemilu MUI juga baru aj fatwa "GOLPUT=HARAM"..itu lebih aneh lagi om..hahaha

Eko Wijaya a.k.a. KokO MarokO said...

makin gak beres aja ni negara...

ROKOK HARAM
Meskipun gw uda berhenti ngerokok (ehm... haha..), gw masi ragu ama ijtima MUI yg kyk gini... terkesan di "kocok" (jgn diulang ye) antara agama dan kepentingan laen

GOLPUT HARAM
Ini lebih gila lagi cuy...

Pertama, terkesan memaksakan rakyat untuk (harus) memilih, ditengah calon2 (presiden maupun legislatif) yang menurut gw tidaaak jujuuurrr....

Kedua, sistem politik indo menurut gw uda salah pake sistem milih langsung kyk gini... klo dipikir2 sih... suara pemilu yg dihasilkan berasal dari kebohongan2 yg diciptakan pas kampanye... jadi siapa yang lebih jago membohongi rakyat, itu yang menang...suara tarbanyak kan belom tentu suara kebenaran... tapi gw juga bingung sistem pemilihan yg bijimane ye yg cocok ditengah karakter pemimpin2 kita yang tidak jujur..

Eko Wijaya a.k.a. KokO MarokO said...
This comment has been removed by the author.
Ikmaluddin Husnah said...

Aku harus bersaksi tentang perbuatan baik dari Ibu Amanda Amanda Badan Kredit. Saya Husnah dan saya mengambil waktu saya keluar untuk bersaksi Ibu Amanda karena dia akhirnya menawarkan apa yang tidak ada orang lain bisa.
Saya dan suami saya masuk ke utang yang sangat besar dengan debitur dan Bank dan kami mencari pinjaman dari perusahaan pinjaman yang berbeda tetapi semua datang ke sia-sia. sebaliknya mereka membawa kita ke dalam lebih banyak utang dan berakhir meninggalkan kami bangkrut sampai saya datang di kontak dengan Ibu Amanda, Dia menawarkan saya pinjaman meskipun pada awalnya saya takut itu akan berakhir seperti setiap perusahaan pinjaman lain saya datang di tapi dia tidak seperti mereka. Sekarang kita telah akhirnya menetap utang kami dan memulai bisnis baru dengan uang yang tersisa dari pinjaman.
Hubungi Ibu Amanda melalui salah satu email berikut. amandaloan@qualityservice.com atau amandaloanfirm@cash4u.com atau Anda dapat menghubungi saya melalui email saya untuk arahan lebih lanjut ikmahusnah@gmail.com